Terapi Lebah (Apitherapy)

June 26, 2011 by: Nanatan 2,632 views

Hmmm… sebenernya, mendengar kata “lebah” langsung membuatku illfeel. Bagaimana tidak, wong aku aku paling anti sama yg namanya ‘serangga’, dari mulai kecoa, tawon, lebah, laba2, kupu2, capung, laron, wes pokoknya semua serangga termasuk jg nyamuk  :D slalu bikin aku histeris..Lebay? gak ngurus… :P . Terlebih lebah…hiiii.. :( . Padahal salah satu om-ku juga mempunyai peternakan lebah, selain itu kampung halaman tunanganku di daerah pegunungan jg banyak terdapat berbagai jenis serangga dan itu adalah pemandangan sehari-hari, tetep aja aku gak bisa ngilangin phobiaku itu. Duuhh…jadi ngelantur…


Oke, kali ini aku akan berbagi tentang hal yg berhubungan dengan lebah, mengingat banyak banget manfaat dari serangga satu ini..dan aku akan melupakan sejenak betapa nyebelinnya si lebah bagiku..walo ga sebel sama manfaatnya sih… :D

Didalam sarang lebah, terdapat:
1. Ratu lebah (queen bee)
2. Lebah jantan (drones)
3. Lebah Pekerja:
- Lebah perawat (nurse bees)
- Lebah pencari (scout bees)
- Lebah pengumpul (collector bees).

Terapi lebah atau disebut juga apiterapi berasal dari kata apis = lebah dan therapy = pengobatan.
Secara sederhana apitherapy adalah menstimulus pembentukan zat antibody dengan menggunakan produk – produk dari lebah.

Terapi lebah dimulai dari daratan Tiongkok dan Timur Tengah (Mesir). Pengobatan tradisional di Tiongkok memiliki umur ribuan tahun sebelum pengobatan modern mulai bangkit di Eropa. Salah satu bentuk modifikasi akupunktur yang populer di dunia dewasa ini adalah dengan menggunakan jarum sengatan lebah madu yang disebut bee acupuncture (Tusuk Sengat Lebah).


Dunia kedokteran pun telah melegalkan terapi lebah sebagai salah satu teknik pengobatan.
China merupakan negara terbesar pengembang terapi lebah, dimana negara china telah memiliki rumah sakit khusus terapi lebah. WHO, selaku organisasi kesehatan sedunia juga sudah mengakui bahwa serangga bersengat ini memiliki beragam zat yang bisa mencegah bahkan mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, stroke, dll.


Hal ini telah dinyatakan dalam Konferensi Terapi Akupunktur Sengatan Lebah Sedunia ke-II di Nanjing, RRC, pada pertengahan September 1993, yang mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa Apitherapy bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan, selanjutnya disebutkan bahwa: Lebah dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, terutama dari jenis Apis Mellyfera.
Kini, terapi sengatan lebah (bee venom therapy – BVT) diterapkan di berbagai negara, antara lain China, Korea, Rumania, Bulgaria, Rusia, dan Indonesia.

Terapi lebah (apiteraphy) tentunya tak lepas dari produk lebah, dimana lebah secara alami mengemas zat berkhasiat yang dibutuhkan bagi kesehatan menjadi beberapa macam produk olahan, seperti pil, serbuk, minuman, dsb.

 

1. Madu


Merupakan produk lebah terbuat dari nektar bunga, khasiatnya paling populer, dimana dia mengandung gula, vitamin B6, tiamin, riboflavin, kalsium, asam patogenik, tembaga, magnesium, mangan, besi, fosfor, potasium, sodium, seng, asam amino dan antioksidan.Sangat cocok buat pengobatan panas dalam, capek2, dsb.

2. Propolis


Merupakan produk yang dibuat dari beraneka getah tanaman, yakni getah pupus daun yang dikumpulkan atau dihisap lebah dan diproses dengan air liurnya, sehingga berubah seperti lem.


Propolis tidak begitu populer di masyarakat luas, walaupun sebenarnya propolis juga mengandung berbagai khasiat seperti: bersifat antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, dan antiinflamantory.
Propolis dapat digunakan untuk menyembuhkan alergi, luka yang memborok (infeksi), penyakit kulit, kanker, flu, bronchitis, gangguan telinga, dan sakit kepala. Propolis juga sangat efektif untuk merangsang dan memperbaiki sistem imunitas tubuh.

3. Royal Jeli


Merupakan produk yang dihasilkan oleh kelenjar lebah pekerja yang masih muda untuk dipersembahkan bagi Ratu mereka yang sangat mereka patuhi agar si Ratu bisa bertelur terus sepanjang hidupnya dan panjang umur. Wujud royal jelly adalah menyerupai susu sehingga kadang disebut susu lebah yang dihasilkan dari kelenjar saliva lebah pekerja.
Berkhasiat untuk mencegah dan mengobati kelelahan seperti halnya si Ratu Lebah yang tiap harinya harus bertelur dan kawin. Cairan ini juga berkhasiat meredam asma serta menurunkan kandungan kolesterol darah, meningkatkan daya tahan tubuh, perbaikan sel-sel yang rusak atau mati, mencegah rambut rontok, lemah syaraf, menyembuhkan berbagai radang termasuk hepatitis dan sering juga ditambahkan dalam ramuan bahan kosmetik untuk pengencang kulit. Jika royal jelly dipadukan dengan madu, berbagai khasiatnya akan menjadi ganda.

4. Bee polen


Merupakan produk yang dibuat dari kumpulan berbagai macam serbuk sari bunga jantan yang dibawa dengan kantong kakinya ketika menghisap madu dari bebungaan. Ini berguna untuk meningkatkan fungsi hati dan pencernaan, gangguan lambung, memulihkan kurang nafsu makan pada anak-anak dan anemia, juga dapat menstimuli pembentukan darah mera, diabetes, insomnia, obat kuat dan sebagai anti oksidan serta ampuh untuk menangkis kangker dan beberapa jenis gangguan penyakit lain.
Olahragawan sangat dianjurkan mengonsumsi polen sebagai nutrisi pendongkrak kekuata.

5. Apipuncture


Adalah terapi dengan sengat lebah. Lebah juga menghasilkan racun berkhasiat bagi kesehatan, yakni bersumber dari kelenjar yang berada di sengatnya. Terapi ini umumnya berkaitan dengan syaraf.
Pengobatan dilakukan dengan menemukan titik syaraf yang kemudian dilanjutkan dengan apipuncture, yakni dengan menyengatkan lebah. Setelah itu akan dilanjutkan lagi dengan penyaluran tenaga dalam sebagai kelengkapan pengobatan tersebut.


Secara keseluruhan racun sengat lebah terdiri dari sekitar 120 komponen kimia aktif, namun baru 40-an komponen yang sudah terdeteksi, diantaranya 11 peptida, 5 enzim, 3 amine, karbohidrat, lemak, dan asam amino. Komponenen zat tersebut akan berfungsi sebagai anti radang, anti jamur, anti bakteri, anti pyretic, serta merangsang hormon ACTH.

Bagaimana dengan efek samping terapi ini?
Seperti kita ketahui bahwa tubuh mempunyai benteng pertahanan dan kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri berkat terbentuknya zat antibodi. Oleh karena itu, metode terapi ini sangat aman, karena tidak melalui proses pemasukkan zat-zat beracun yang bisa tertimbun di dalam tubuh. Probabilitas efek samping akibat menjalani apitherapy sangat kecil dan kemungkinan tersebut tidak lebih dari 1%. Bisa berefek samping bila seseorang yang sensitif atau memiliki alergi mengkonsumsinya. Itupun tidak berkibat fatal, mudah diatasi dan bisa tetap menjalani apiterphy.
Tentu semua itu harus sesuai dengan petunjuk yang kompeten.

 

*Intermezo…

Adalah Zhang Xinglun, seorang petani lebah 59 tahun, tinggal di Bishan, kota Chongqing, pada tanggal 22 Juni 2011 lalu melakukan terapi, memanfaatkan kinerja lebah dengan memakai kerumunan lebah sebagai jubah.


Awalnya Zhang mengolesi seluruh tubuhnya dengan madu untuk memikat lebah dan mengoleskan minyak batubara di wajahnya untuk menghindari sengatan. Kakak Zhang kemudian menghubungkan kandang yang berisi ratu lebah ke Zhang, dan menuangkan empat kotak lebah di tubuh Zhang.


Setelah setengah jam, seluruh tubuh Zhang dipenuhi oleh lebah, tapi setelah ia menggetarkan tubuhnya dengan cepat, semua lebah pada terbang meninggalkan tubuhnya.


Zhang mengatakan: lebah yang dipakai jubah itu panas, karena suhu lebah adalah 38 C…
Zhang telah menjadi petani lebah selama tiga puluh tahun dan ia mulai bereksperimen dengan “mengenakan” lebah seperti itu lebih dari sepuluh tahun yang lalu.

 

 

oleh: Joanna Tan

 

sumber: Chinadaily, apitherapy-net, dan berbagai informasi lainnya

 

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Comments

2 Responses to “Terapi Lebah (Apitherapy)”
  1. saya menciptakan terapi kesehatan dari kesenian daerah yang telah banyak terbukti ampuh, dan saat ini saya membutuh investor untuk bekerjasam megembangkannya

Trackbacks

Leave a Reply

Connect with Facebook

CommentLuv badge