Natal di Negeri Nenek Moyang
March 15, 2012 by: Nanatan 1,321 views
Aku gak pernah bayangin akan ngerayain Natal di negeri ini untuk yang kedua kalinya. Banyak banget perubahan yang terjadi dibanding 6 tahun yang lalu, walau buatku hal itu tetap gak mengurangi makna Natal itu sendiri.. moment yang sangat spesial dimana Tuhan Yesus benar-benar lahir dalam jiwaku..merangkulku..mengalirkan darah kasih kedamaian dan semangat dalam menjalani hidup dan kehidupanku… Haleluya.. ^_^
Kedatanganku ke negeri nenek moyangku (baca: China) kali ini emang bukan secara khusus buat ngerayain Natal, tapi sebenernya lebih pada sebuah kepentingan, tapi kebetulan waktunya pas menjelang Natal sampe stelah Natal.
Di China, perayaan Natal disebut dengan Sheng Dan Jieh, yang artinya Festival Kelahiran Suci. Seperti di Indonesia, Natal di China (tepatnya aku tinggal di Nanjing, China Timur, tapi sering juga ke Shanghai) juga dipenuhi dengan kemeriahan. China yang notabene negara Komunis, Natal juga menjadi marketing tools, ada penjor, lampu-lampu hias di sepanjang jalan dan pohon Natal di mall-mall, juga rangkaian kertas berwarna terang.
Pohon natal atau yang disebut “Pohon Terang”, dihiasi dengan berbagai macam ornamen, berupa bunga, lonceng dan juga kertas-kertas bewarna merah yang melambangkan kebahagiaan. Satu hal yang tak ketinggalan adalah: Lentera khas china atau Lampion.
Meskipun tampak suasana Natal, namun aku tau kalo itu cuman komersil! Beberapa tahun terakhir, Natal di China telah menghasilkan uang yg besar… Para produsen di China berusaha keras mengeksport produk-produk mereka yang bernilai milyaran dolar ke seluruh penjuru dunia.
Ada situasi yang membuatku prihatin saat 6 tahun yang lalu aku merayakan Natal di negeri ini, betapa banyak masyarakat lokal yang tidak benar-benar tau apa itu Natal. Saat ditanya “what’s the meaning of Christmas?” mereka cuma bilang: “it is a holiday, it’s time we celebrate festive..“.
Hmmm… just a day off, there’s nothing to do with the birth of Christ than a party!
But now.. Ditengah situasi perekonomian yang akhir-akhir ini kurang stabil akibat krisis ekonomi global, ternyata tetap tak menghentikan China untuk terlibat dalam semangat liburan. Masyarakat China beranggapan bahwa moment Natal adalah liburan tradisi Barat yang sudah menjadi tradisi tahunan di negeri ini.
Dan yang berbeda dengan Natal kali ini, yakni saat pertanyaan yang sama dengan 6 tahun yang lalu mendapat jawaban yang sangat berbeda.. Bahwa semakin banyak orang yang gembira mengikuti tradisi Natal dan beberapa di antaranya merayakan untuk memahami makna dari Natal yang sebenarnya… not just a holiday and than celebrate the feast!
Bahkan, saat aku mengikuti misa Natal di sebuah Gereja Katedral di Shanghai, ada banyak wajah-wajah penuh damai dalam Kristus yang khusuk menjalani ritual misa. Ternyata, negara yang dikuasai rezim komunis ini juga banyak memiliki masyarakat yang benar-benar memahami makna natal yang sebenarnya. Merasakan berkat kehadiran Allah Kristus ke dunia yang telah menunjukkan jalan yang terang menuju kebenaran abadi diantara jalan-jalan yang gelap.
Sebenarnya, sebagai umat Kristiani makna Natal tidak hanya jatuh pada bulan Desember, karena ini hanyalah tradisi dunia. Natal dapat kita rayakan di bulan Desember bahkan di bulan-bulan yang lain. Setiap haripun bisa menjadi Natal. Maka setiap kali kita mengingat kematianNya dalam Perjamuan Suci (Lukas 22:19), otomatis kita juga mengingat bahwa Ia pernah lahir. KelahiranNya telah membawa Kabar Baik, bahwa semua orang yang percaya akan memperoleh kehidupan yang kekal (Yohanes 3:16).
oleh: Joanna Tan
TweetComments
Powered by Facebook Comments







jd pengen
pengen apa nih..? merayakan natal di china? hehee..
thx ya udah mampir..