Ulat Sutra
March 23, 2012 by: Nanatan 2,668 views
Mendengar kata “Ulat” pasti berasa geli-geli gimana gitu..
Tapi ulat yang satu ini adalah ulat yang gak cuman bikin geli aja tapi bisa bikin gemes karena pundi2 uang kita nambah. hehee.. itu yang gw suka (dasar cewek matre.. )
Tentu gak asing lagi buat kita saat mendengar Kain Sutra kan? Adalah salah satu jenis kain yang mengandung serat protein alami jika disentuh terasa halus, lembut dan terasa nyaman saat dipakai. Harganya pun gak murah, karena termasuk jenis kain yang elegant dan berkelas.
Dan mungkin udah banyak yang tau kalo kain sutra itu dibuat dari bahan dasar kokon ulat sutra yang dipintal menjadi benang kemudian ditenun menjadi tekstil/kain sutra. Nah, untuk itulah, budidaya ulat sutra telah menjadi lahan bisnis yang cukup menguntungkan. Jadi bikin gemes.
Ada beberapa ras Ulat Sutra (biasa desebut dengan ras kupu sutera), namun saat ini jenis ulat sutera unggul yang memiliki produksi kokon yang sangat tinggi dan dapat menghasilkan benang sutera dengan kualitas yang baik adalah Ras Cina, Ras Jepang, Ras Eropa dan Ras Tropika.
Saat ini produksi telur ulat sutera maupun bahan baku kain sutera di Indonesia masih jauh lebih kecil dari kebutuhan pasar. Negara kita masih belum bisa memproduksi sutra dengan kwalitas tinggi karena kokon yang dihasilkan dari ulat sutra lokal gak sebagus kokon dari luar negeri (khususnya China) yang jalinan benangnya sangat halus dan tidak putus. Selain itu, permintaan masyarakat terhadap sutra China juga tinggi.
Maka dari itu sampai saat ini kita masih membutuhkan investor asing yang mau mensuplay bibit ulat sutra ke negara kita yang kemudian dibiakkan di sini sehingga bisa memproduksi benang sutra sesuai permintaan pasar.
Ada 2 macam jenis Ulat Sutra, yaitu Ulat Kecil dan Ulat besar, masing-masing membutuhkan prosedur penanganan yang berbeda.
Secara umum, beberapa hal yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan ulat sutra adalah:
1. Kebun murbei
2. Ruang pemeliharaan ulat
3. Peralatan pemeliharaan
4. Lahan/tempat untuk sisa makanan dan kotoran ulat.
Budidaya ulat sutra tentu gak bisa dilepaskan dari pohon murbei/mulberry (Morus alba L) sebagai makanan ulat sutra. Jadi ketersediaan pohon murbei adalah syarat mutlak dalam budidaya ulat sutra.
Dan seperti halnya dengan ulat sutra, pohon murbei juga mempunyai jenis dan kwalitas beragam. Untuk menghasilkan ulat yang produktif (yang gendut-gendut gitu..) dengan hasil kokon yang bagus tentu membutuhkan daun murbei dengan kwalitas yang bagus sebagai pakannya.

Tentang Tanaman Murbei

Selain untuk pakan ulat sutra, tanaman murbei yang dalam istilah China disebut Sang ye, juga banyak manfaatnya.
1. Daun Murbei (sang ye)
Murbey mengandung banyak bioaktif, daun mudanya dapat dibuat sayur sehat yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, memperbanyak ASI, mempertajam penglihatan, dan baik untuk pencernaan.
2. Buah Murbei (Sang shen)
Orang Tiongkok percaya bahwa buah Murbey dapat memperkuat ginjal, mempertajam pendengaran, meningkatkan sirkulasi darah, mengatasi sukar tidur, batuk berdahak, sembelit pada orang tua, sakit tenggorokan, sakit otot dan kurang darah.
3. Ranting Murbei (Sang zhi)

Ranting Murbey dapat diracik sebagai obat rematik, sakit pinggang, kram, tekanan darah tinggi dan menyuburkan rambut.
- Akar pohon Murbey (Sang bai pi)
Akarnya dapat direbus sebagai penawar demam, obat sesak napas (asma), muka bengkak, kencing nyeri dan sakit gigi.
Peternakan Ulat Sutra di Suzhou, Jiangsu, China

Dalam istilah China, ulat sutra disebut “can” ( tja:n). Pembibitan ulat sutra dan tenun memiliki sejarah yang sangat panjang di China. Asal-usulnya gak gampang ditelusuri. Penggalian arkeologis terkini menunjukkan bahwa selama lebih dari 5.000 tahun yang lalu, sudah ada penanaman pohon murbei, pembibitan ulat sutra dan tenun sutra. Jadi gak heran kalo China terkenal sama yang namanya sutra dengan kwalitas terbaik di dunia.
Sejak zaman kuno, Suzhou (letaknya di China Timur, masuk provinsi Jiangsu, deket Shanghai sono deh..) telah menjadi salah satu pusat tenun sutra di China. Peternakan ulat sutera selalu menjadi produksi sampingan penting di daerah Suzhou. Penangkaran Ulat melibatkan berbagai tahapan pekerjaan seperti:
- memandikan ulat dan penetasan telur;
- mengumpulkan larva;
- memberi makan ulat dengan daun murbei, hibernations pertama, kedua, ketiga hingga ulat menjadi besar;
- sekresi sutra, kokon, mengumpulkan dan menyimpan kepompong.

Seluruh proses berlangsung lebih dari sebulan ketika ulat sutra yang harus diawasi siang dan malam untuk mengatur suhu dan kelembaban ruangan tempat ulat berkembang. Lalu kepompong-kepompok sutra (kokon) tersebut dibeli oleh pedagang yang datang ke peternakan atau dijual langsung oleh peternak ke stasiun pembelian.

***
oleh: Joanna Tan
sumber :
- “Zhongguo bencao gangmu” ( Chinese Herbal Materia Medica), Nanjing, Jiangsu seng, China
- taoism.about.com
- “qi ji” the silkworm breeders, Suzhou, Jiangsu seng, China
- dan berbagai sumber informasi
Tweet
Comments
Powered by Facebook Comments





wah keren banget …. sampai dulu ada istilah jalur sutra ya
kamarasta recently posted..Phuket Vegetarian Festival
iya bener… awalnya memang karena Tiongkok sbg negara penghasil sutra ingin mengeksport sutra ke negara Barat karena dirasa udah bs memenuhi kbutuhan sutra di dlm negeri sndiri,dan jalan yg digunakan para saudagar itulah yg kemudian dikenal dgn jalan sutra/jalur sutra (the silk road = S?chóu zh? lù), dan jln itu diabadikan sampe skarang… heheee..