Perahu Botol Plastik
March 26, 2012 by: Nanatan 2,226 viewsPunya banyak botol plastik bekas? eitts..! jangan dibuang atau diloakin dulu. Sapa tau ide dibawah ini dapat menginspirasi kalian
Simida
Di Chongqing Universitas Sains dan Teknologi di kota Chongqing, China, ada empat mahasiswa yang memiliki ide kreatif dengan mengumpulkan botol2 plastik bekas yang kemudian dirangkai penjadi sebuah perahu yang kemudian diberi nama Simida.
Butuh waktu selama 2 bulan bagi keempat mahasiswa tersebut untuk menyelesaikan perahu dengan ukuran 4,48 x 1,3 meter dan berat 58,2 kilogram itu. Adapun botol plastik bekas yang digunakan untuk menghasilkan sebuah perahu adalah sebanyak 1.504 botol.
Pelayaran perdana perahu Simida pada tanggal 14 September 2011 berlangsung sekitar 20 menit dengan disaksikan para mahasisw dari Universitas tersebut.
Ming Tang, salah satu dari empat mahasiswa, mengatakan mereka membuat perahu dengan tujuan untuk mempromosikan konsep konservasi lingkungan. Good!
Plastiki
Perahu botol plastik bekas yang lebih besar lagi juga pernah dibuat di Amerika Serikat yang diberi nama Plastiki. Perahu tersebut berlayar dari kota San Fransisco menuju kota Sydney (Australia) yang menempuh jarak 20.372 kilometer dengan awak kapal berjumlah 5 orang.
Menurut cerita BBC, perahu Plastiki terbuat dari 12.000 botol plastik. Botol itu diisi dengan karbon dioksida agar dapat tahan lama dan mengapung. Sedangkan tenaga gerak Plastiki menggunakan tenaga matahari, angin, dan turbin laut. Perahu dilengkapi pula dengan kamar mandi dan tempat untuk menanam tanaman. Lalu, untuk menyalakan laptop digunakan tenaga kayuhan sepeda. Laptop digunakan untuk memperbaharui status pelayaran di situs Twitter.
Pelayaran Plastiki digelar untuk meningkatkan kepedulian akan pencemaran sampah plastik di lautan. Karena itu, salah satu tempat yang didatangi adalah Great Pacific Garbage Patch (GPGP). GPGP adalah tempat sampah plastik terbesar yang ada di laut. Lokasinya berada di Kota Texas (AS). Luasnya dua kali dari luas Kota Texas itu sendiri.
Perahu Botol Isotonik Mapella, Bandung
Kalo di luar negeri bisa membuat perahu dari botol plastik bekas, lain halnya dengan para Mahasiswa Pecinta Alam Langlang Buana (Mapella) dari Universitas Langlang Buana, Bandung (Unla).
Selama sekitar sebulan, anggota Mapella merakit 1.627 botol minuman isotonik menjadi sebuah perahu. Salah satu anggota Mapella Dedy Rahmat mengklaim, perahu botol buatan Mapella adalah yang pertama di dunia.
Pembuatan perahu tersebut dilakukan dengan menambatkan seluruh botol, setelah itu menambatkan antarlapisan botol, dan terakhir menambatkan dengan bambu. Adapun untuk merangkai botol2 isotonik tersebut menggunakan tambatan dari tali nilon antarbotol, dibantu dengan beberapa bambu sebagai tulang penyangga. Karakteristik perahu botol buatan mereka tidak jauh beda dengan perahu karet. Ia bisa mengambang dan volume air yang masuk ke dalam perahu juga tidak jauh beda dengan volume air di perahu karet. Oleh karena itu, perahu botol ini juga bisa menggantikan perahu karet sebagai sarana transportasi ketika banjir.
Perahu botol yang saat itu dibuat dalam rangka memperingati HUT ke-370 Kabupaten Bandung itu mampu mengangkut hingga tujuh orang. Tetapi yang paling tepat adalah untuk kapasitas lima orang, yaitu empat orang pendayung dan satu orang skipper/pemegang kemudi perahu.
Uji coba yang dilakukan di Situ Patengan, Ciwidey membuktikan, perahu ini laik dipakai. Mapella berencana mendaftarkan perahu botol kreasi mereka ke Museum Rekor Indonesia (Muri).
Mungkin masih ada perahu dari botol plastik bekas yang lainnya, atau bahkan kreasi bentuk lain yang berguna, yang jelas hal itu sangat membantu perbaikan lingkungan dalam mengurangi limbah plastik yang sulit diuraikan.
oleh: Joanna Tan
sumber:
- Chinadaily.com.cn
- trijayanews.com
- cfp.cn
Tweet
Comments
Powered by Facebook Comments










itu kan renggang2 yah ? apa gak masuk airnya
kayaknya pake dilapisi bahan lain dulu trus dirangkai gitu kali ya… kalo yg Mapella-Bandung emang ada lapisannya dan juga pake bambu buat penyangganya…
thx ya buat kunjungannya…