Tentang Hemodialysis (cuci darah)

October 28, 2012 by: Nanatan 2,487 views

Ginjal yang sehat dapat melakukan aktivitasnya dengan baik; membersihkan darah dengan membuang kelebihan cairan, mineral, dan limbah.
Ginjal juga membuat hormon yang menjaga tulang kuat dan darah kita sehat.
Jika seseorang mengalami gagal ginjal, racun berbahaya akan menumpuk dalam tubuhnya, tekanan darah akan naik, tubuh akan mempertahankan kelebihan cairan dan tidak dapat membuat sel-sel darah merah yang cukup.
Ketika ini terjadi, kita membutuhkan pengobatan untuk menggantikan kinerja ginjal yang gagal.

Hemodialisis, atau biasa disebut dengan cuci darah, adalah suatu proses penyaringan darah untuk membersihkan racun dalam tubuh.

Tindakan ini dilakukan sebagai terapi pengganti ginjal, karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh.

Selama pasie gagal ginjal belum melakukan transplantasi ginjal (cangkok ginjal), maka untuk menggantikan ginjal yang rusak  harus melakukan hemodialisis seumur hidupnya.

 

Proses Hemodyalisis

>> Menyiapkan pembuluh darah

Ini sebagai akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada 2, yaitu:

1. Pembuluh darah arteri: sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dialisis.

2. Pembuluh darah vena: sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin dalam tubuh.

>> Menghubungkan selang melalui jarum ke dalam pembuluh darah (seperti diinfus)

Pembuluh darah yang dipilih biasanya yang berukuran besar, seperti di daerah pangkal paha, daerah lengan dsb. Terlebih dahulu akan dilakukan pembiusan lokal untuk mengurangi rasa nyeri.
Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah pengerasan pembuluh darah yang nantinya tidak bisa digunakan lagi.

Dewasa ini ada cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan Cimino-Breschia fistula atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft).

Dengan cimino, kita hanya perlu menggunakan satu akses setiap kali melakukan hemodialisis hanya saja kita perlu menunggu 2 sampai 6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain.

 

>> Mulai dilakukan proses dialisis

Hemodialisis dilakukan dengan alat yang disebut Dialyzer, yaitu sebuah alat seperti filter yang terdapat ribuan serat halus yang akan menyaring semua zat berbahaya, cairan, dan elektrolit berlebih dalam darah kita. Mesin akan memompa darah kita sedikit demi sedikit keluar dari tubuh untuk kemudian dicuci dalam dializer.

Dalam dialyzer terdapat ciran khusus yang disebut Dialysate yang mengandung formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral dan elektrolit yang kurang dalam darah.
Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi cairan dan darah kita saat melakukan hemodialisis

Untuk itu, setiap akan melakukan proses cuci darah terlebih dulu kita harus melakukan pemeriksaan darah untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai komponen kimia darah dalam tubuh kita saat itu.

Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga darah didalam tubuh berhasil disaring seluruhnya.

>> Waktu yang dibutuhkan dalam proses hemodialisis

Lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisa sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Jadi tiap penderita gagal ginjal tidak sama. Ada yang 4 jam dlm seminggu, atau jika parah bisa sampe 9-12 jam dalam seminggu (biasanya akan dibagi dalam beberapa kali pertemuan dalam seminggu). Dokter dan team ahli medis yang akan menentukan.

>> Komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisis

- Hipotensi

- Kram otot

- Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada saat pertama kali melakukan hemodialisis tapi akan berkurang seirirng seringnya hemodialisa dilakukan.

- yang sering terjadi saat berlangsungnya proses hemodialisis adalah rasa mual, mengantuk, lelah, pusing dan kedinginan.
Sebaiknya memberitahukan hal ini kepada staff yang bertugas agar dapat membantu mengatasinya biar pasien merasa lebih baik.

>> Yang harus dilakukan selama menjalani program hemodialisis

- melakukan hemodialisis secara teratus sesuai jadwal agar tercapai hasil yang maksimal.

- melakukan ceck up dengan dokter secara teratur.

- diet dan mendapat asupan cairan yang tepat (sesuai saran dan petunjuk dokter yang menangani)

- melakukan pengontrolan yang tepat terhadap penyakit lain yang biasanya menyertai kondisi penderita gagal ginjal, seperti kontrol gula darah, tekanan darah, dsb.. jangan sampai terjadi komplikasi.

- melakukan transfusi darah atau disebut Recombinant human erythropoietin (EPO) untuk mengatasi anemia, karena hemodialisa tidak bisa menggantikan fungsi ginjal dalam menghasilkan hormon yang merangsang sel darah merah.

 >>Diet dan asupan makanan yang tepat dalam menjalani hemodialisis

Mengkonsumsi makanan yang tepat dapat membantu meningkatkan hasil dialisis yang berguna bagi kesehatan pasien. Maka hendaknya mengikuti saran dan anjuran dari team medis/ahli gizi yang menangani program hemodialisis pasien.
Beberapa panduan diet secara umum adalah:

- Cairan;
Ahli gizi akan membantu dalam menentukan banyaknya cairan yang boleh dikonsumsi sehari-hari dan mereka akan memberikan tips mengatasi rasa haus.. Terlalu banyak asupan cairan akan meningkatkan tekanan darah, membuat jantung bekerja lebih keras, dan dapat meningkatkan stres selama perawatan dialisis.

- Kalium;
Kalium adalah mineral yang banyak ditemukan pada makanan. Kalium mempengaruhi kerja denyut jantung, jadi makan terlalu banyak bisa sangat berbahaya bagi jantung. Untuk mengontrol kadar kalium dalam darah hendaknya menghindari makanan seperti jeruk, tomat, kentang dan buah-buahan kering. Kalaupun mengkonsumsinya, disarankan untuk menghilangkan kadar kalium dari makanan itu dengan cara mengupas dan merendamnya dalam wadah selama beberapa jam, kemudian merebusnya dengan air tawar.

- Fosfor;
Fosfor dapat melemahkan tulang dan membuat kulit gatal jika dikonsumsi terlalu banyak. Pegendalian fosfor bahkan lebih penting daripada kalsium itu sendiri dalam mencegah penyakit tulang dan komplikasi terkait.
makanan yang harus dihindari karena kadar fosfor yang tinggi diantaranya: susu, keju, kacang-kacangan dan cola.

- Garam (natrium klorida);
kebanyakan makanan kaleng dan makanan beku mengandung banyak sodium (kadar garam yang tinggi). Mengkonsumsinya terlalu banyak akan membuat haus, dan ketika meminum lebih banyak cairan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa cairan dlm tubuh. Nah, keadaan seperti itu dapat menyebabkan tekanan darah naik dan gagal jantung. Untuk itu dianjurkan untuk memilih makanan yang segar alami, jika harus mengkonsumsi produk instan (dalam kaleng), pilih yang berlable “rendah sodium”.

- Protein;
Saat sebelum menjalani hemodialisis, dokter  pasti akan menganjurkan untuk diet rendah protein untuk menjaga fungsi ginjal. Tapi saat menjalani hemodialisis pasien memiliki prioritas gizi yang berbeda. Protein memang menjaga otot dan memperbaiki jaringan, tapi protein terurai menjadi urea (nitrogen urea darah/BUN) dalam tubuh.

- Kalori
Kalori sangat penting untuk energi. Beberapa pasien hemodialisis perlu menambah berat badan, sehingga kemungkinan dirasa perlu menambahka kalori dalam dietnya. Minyak nabati seperti zaitun, canola, safflower adalah sumber kalori yang baik dan tidak memberikan kontribusi terhadap masalah kolesterol. Selain itu permen, gula, madu, selai dan jeli juga mengandung kalori dan energi yang baik untuk dikonsumsi. Tapi ingat bagi penderita diabetes, harus waspada dalam mengkonsumsi permen dan gula.

Diet ketat bagi pasien hemodialisis sangat penting yaitu untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan untuk menjaga agar penderita dapat beraktivitas seperti orang normal.

Semoga bermanfaat. ^_^

 

oleh: Joanna Tan

sumber:

- medicinnet.com

- dan berbagai sumber informasi medis lainnya

 

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Trackbacks

Leave a Reply

Connect with Facebook

CommentLuv badge